TRIBUNTRAVEL.COM - Di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, terdapat kampung yang disebut sebagai kampung Korea.
Di kampung tersebut, semua nama jalan memiliki aksara hangeul dari bahasa Korea.
Kampung Korea tersebut berada di Kecamatan Sorawolio, jalan poros dari Kota Baubau menuju Kabupaten Buton.
Penduduk kampung tersebut didominasi oleh Suku Laporo dengan bahasa daerah cia-cia.
Siapa sangka, bahasa cia-cia Laporo rupanya memiliki persamaan dengan aksara hangeul atau bahasa Korea.
Menurut Tetua Adat Laporo Bugi, Djunudin, orang Korea melakukan penelitian dengan bahasa cia-cia Laporo.
Usai 11 penelitian, para peneliti Korea mengatakan ada sedikit persamaan bahasa antara cia-cia Laporo dengan aksara hangeul.
“Ada sedikit persamaan bahasa antara bahasa cia-cia dengan bahasa Korea. Seperti nama perabot dapur dan lahan pertanian sebutannya juga hampir sama,” kata Djunudin, Kamis (6/4/2017).
Pada tahun 2009, dalam simposium persamaan bahasa, pemerintah Kota Baubau menerima aksara hangeul sebagai aksara penulisan cia-cia.
Semua nama jalan di Kecamatan Sorawolio terdapat aksara hangeul dengan arti bahasa cia-cia.
Selain itu, penulisan aksara hangeul masuk juga dalam kurikulum mata pelajaran di sekolah.
Mohamad Rasyid, guru di SD Negeri Bugi mengatakan, penulisan aksara hangeul mulai dipelajari di sekolah di pada 2013.
Para murid diajari cara penulisan aksara hangeul dengan pengucapan bahasa cia-cia.
“Kami ajari bahasa cia-cia, penulisannya menggunakan aksara hangeul yang diadopsi menjadi aksara cia-cia.
"Bahasa cia-cia tidak punya aksara dan dicocokkan dengan aksara hangeoul ternyata pas,” ujar Rasyid.
Satu per satu murid Sekolah Dasar Negeri Bugi dengan lincah menulis di papan tulis dengan menggunakan aksara hangeul.
“Pelajaran bahasa hangeul di sekolah untuk meningkatkan bahasa cia-cia, jangan sampai generasi ke depannya sudah tidak lagi menggunakan bahasa cia-cia,” ucapnya.
Bagi traveler yang penasaran dengan kampung Korea, bisa berkunjung langsung di Kecamatan Sorawolio.
Jaraknya hanya sekitar 15 kilometer dari Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.
Defriatno Neke) (Kompas.com/Kontributor Baubau,
Source: Tribun Travel
EmoticonEmoticon
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.