Nokia telah kembali melalui Nokia 6, dan mereka juga bersiap dengan beberapa tipe Android lainnya. Sayangnya, semuanya itu masih masuk kelas menengah. Tipe termahalnya yang dikabarkan akan disebut Nokia 9, baru-baru ini kembali terungkap fitur barunya.
Kabarnya Nokia 9 bakal memasukkan iris scanner pada sisi depan Nokia 9, teknologi yang saat ini baru diklaim hadir melalui Samsung Galaxy S8 dan Galaxy Note 7. Kabarnya, Xiaomi juga bakal menerapkannya untuk Xiaomi Mi6 mereka.
OZO Audio Demonstration: Hear and Feel the Difference
Kabar lainnya, smartphone produksi HMD ini nantinya bakal menjadi yang pertama menerapkan teknologi audio baru HMD, yang disebut OZO spatial, yang diklaim memberi pendengar distribusi yang lebih akurat dari suara yang dihasilkan selama perekaman. Fitur ini memungkinkan Android Nokia nantinya merekam audio melalui beberapa microphone sekaligus. Jika tipikal smartphone memiliki setidaknya dua microphone (satu untuk noise cancellation), maka Nokia 9 ini dirumorkan akan memiliki tiga mic.
Melengkapinya, ada layar 5.5-inchi dengan resolusi Quad HD, prosesor Snapdragon 835, 6GB RAM, dan kamera Carl-Zeiss dua lensa yang resolusi sensornya mencapai 22-megapixel. Untuk sisi depannya, disediakan sensor 12-megapixel. Sisa spesifikasi lainnya, seperti storage 64GB dan 128GB, langsung menjalankan Android 7.1.2 Nougat, sertifikat Ingress IP68 untuk anti debu dan air, kapasitas baterai 3800mAh dan teknologi pengisian baterai fast charging Quick Charge 4.0.
Belum ada kepastian kapan Nokia 9 bakal diluncurkan, namun jika muncul tahun ini, bakal berpotensi mengganggu pasar smartphone flagship dengan bekal nama besar Nokia yang masih menggema di banyak pengguna ponsel jadul.
Nokia 7 dan Nokia 8
Selain Nokia 9, ada dua tipe lainnya yang masih menjadi tanda tanya, Nokia 7 serta Nokia 8. Kabar terakhir yang menyebutkan mengenai keduanya, bakak ditawarkan sebagai smartphone kelas menengah ke atas.
Untuk keduanya, rumor menyebutkan HMD bakal menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 660, yang saat ini sudah cukup kuat serta bisa disetarakan kemampuannya dengan Snapdragon 820 dari tahun lalu. Salah satu keunggulan Snapdragon 660 adalah dikembangkan dengan proses teknologi 14nm FinFET milik Samsung.
Untuk Nokia 7, resolusi layarnya kemungkinan baru Full HD saja. Sedangkan yang Nokia 8, kemungkinan besar juga sudah menggunakan panel beresolusi Quad HD. Keduanya sama memanfaatkan bahan metal untuk memperkuat casingnya, ada teknologi dual-camera (yang sayangnya bukan lensa Zeiss), fast-charging dan pemindai sidik jari.
Melihat bagaimana kualitas casing Nokia 6 yang sangat kokoh (tonton saja video di bawah), banyak fan yang berharap Nokia-Nokia baru ini juga akan melanjutkan penerapan material casing yang sama. Bisa kalian lihat di bawah ini, Nokia 6 yang dijual dengan harga sekitar Rp3.5 jutaan saja memiliki panel besi yang kuat untuk membuat keseluruhan tubuhnya terasa sangat kokoh. Semoga saja konsep build semacam ini tetap akan dilanjutkan pada Android Nokia yang baru.
Source: DUNIAKU.NET
EmoticonEmoticon
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.