Lima mahasiswa program studi S1 Teknobiomedik Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (UNAIR) berinovasi. Mereka menemukan lem operasi (surgical glue) sebagai solusi untuk mengatasi kebocoran jantung pada bayi.
Uniknya, lem tersebut menggunakan bahan lendir dari siput (Achatina sp). Bahan alami salep yang dapat menyelamatkan nyawa ini mudah ditemukan di Indonesia.
Penyakit jantung bocor selama ini sering terjadi pada anak. Kondisi ini merupakan abnormalitas struktur makroskopis jantung atau pembuluh darah besar intratoraks yang mempunyai fungsi penting.
Penyebab abnormalitas jantung bawaan dapat disebabkan oleh beberapa hal. Antara lain karena berbagai macam jenis obat yang dikonsumsi ibu saat hamil, penyakit dari sang ibu, paparan sinar rontgen, dan juga penyakit genetik lainnya, seperti yang dijabarkan dalam unggahan resmi situs UNAIR.
Ketika melakukan tindakan operasi, dokter dihadapkan dengan berbagai macam cara untuk menyembuhkan kebocoran jantung. Misalnya dengan sutures (jahitan) danstaples.
Namun, penggunaan metode ini seringkali menimbulkan berbagai permasalahan lain dikarenakan sutures dan staples yang dilakukan pada jaringan akan memakan waktu proses penyembuhan cukup lama, menyebabkan luka pada jaringan di sekitarnya serta tidak tahan air.
Permasalahan tersebut mendorong tim inovatif Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKMPE) dari Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR untuk berkarya. Tim ini dipimpin Juliani Nurazizah Setiadiputri, dengan empat temannya yakni Hana Zahra Aisyah, Putri Nurfriana Ramadhani, Putri Desyntasari, dan Diana Fitri.
Dibawah bimbingan dosen, Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M. Kes., S. Bio.CCD., Juliani dan rekan-rekannya berinovasi dengan "Surgical Glue Berbasis Poly(glycerol Sebacic Acid) dan Mucus Achatina sp. Sebagai Agen Adhesif Solusi Kebocoran Jantung pada Bayi".
Dikutip dari detikHealth (18/7), Juliani mengatakan, dilakukan pembedahan dulu kemudian pada bagian dinding jantung yang robek diberikan surgical glue agar jaringannya menyatu kembali dan tidak ada cairan dari luar jantung yang masuk ke dalam jantung tersebut." "Dalam penggunaannya,
Ekstraksi Mucus Achatina sp atau lendir siput
Menjawab alasan mengapa dipilih lendir siput, Juliani menjelaskan bahwa keputusan timnya menggunakan lendir siput karena sesuai dengan karakteristik yang dicari, dan jika diaplikasikan pada tubuh manusia, bahan tersebut aman.
Juliani menambahkan, lendir siput juga memiliki banyak manfaat, utamanya dalam pembuatan produk kecantikan dan penanganan luka.
Sebenarnya inovasi lem operasi untuk pasien jantung bocor bukanlah hal baru. Penelitian lem operasi sudah pernah dilakukan di Amerika Serikat sebelumnya. Namun, mahasiswi angkatan 2015 tersebut menjelaskan bahwa saat itu penelitian hanya menghasilkan polimer saja.
Dari sini, Juliani dan timnya mencoba mengembangkan lem dari polimer tersebut dengan menambahkan lendir siput agar lem ini memiliki sifat antibakteri, tingkat kerekatan yang tinggi, sekaligus antiair.
Juliani yakin temuannya memiliki tingkat keberhasilan berkisar 90 persen. Tapi untuk bisa mengaplikasikannya ke dalam tubuh manusia, Juliani menuturkan harus ada tahap uji coba hewan dan uji klinis (manusia) terlebih dahulu.
Tidak selalu mulus, mereka turut menghadapi sejumlah batu sandungan selama proses percobaan. Sebagai contoh pemesanan bahan kimia yang harus menunggu hingga dua sampai tiga bulan, serta peralatan laboratorium yang kurang lengkap sehingga menghambat tim untuk melakukan uji coba sifat dari lem dengan cepat.
Untuk keperluan penelitian ini, Juliani dan rekan-rekannya mengaku menghabiskan dana kurang lebih sebesar Rp12 juta.
Tujuan lain Juliani dalam melakukan penelitian dalam bidang kesehatan ini adalah untuk mengubah Indonesia yang saat ini menjadi konsumen, secara perlahan dapat menjadi negara produsen di berbagai aspek.
"Kami berharap surgical glue yang kami buat ini dapat menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu menunjukkan inovasi-inovasinya, terutama di bidang kesehatan," ujar Juliani.
Source: Beritagar.id
EmoticonEmoticon
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.