Merasa bosan dengan rutinitas kampus yang itu-itu saja? Dengerin dosen, mengerjakan kuis, mengumpulkan tugas, hangout di kantin dan lalu pulang ke kosan? Nah, untuk membuat kehidupan perkuliahanmu jadi lebih berwarna, kegiatan-kegiatan di bawah ini bisa kamu coba lho! Pst, sedikit bocoran, aktivitas yang high recommended di bawah ini berguna banget saat lulus nanti!
Ikut Unit Kegiatan Mahasiswa
Tak seperti di bangku sekolah dulu, Unit Kegiatan Mahasiswa atau UKM ini banyak sekali pilihannya, mulai dari pecinta alam yang melatih fisik dan kemandirian, klub film, fotografi, seni tari untuk menyalurkan hobi sampai debat untuk melatih kemampuan nalar dan logika beropini dan mengeluarkan serta mempertahankan pendapat. Buat yang ingin belajar politik dan kepemimpinan, BEM dan DEMA bisa jadi pilihan. Untuk yang tertarik di bidang jurnalistik, jangan lupa gabung di lembaga PERS di kampusmu.
Mengikuti UKM banyak sekali manfaatnya, selain mendapatkan teman-teman dan pengalaman baru, kamu juga bisa menyalurkan hobi dan bakat. Tak sedikit mahasiswa yang berkesempatan mengelilingi berbagai wilayah di Indonesia, bahkan sampai ke tingkat internasional untuk mengikuti turnamen dan kompetisi melalui kegiatan UKM yang diikutinya.
Kemudian, pada saat lulus kuliah nanti, pengalaman di organisasi akan menjadi nilai tambah bagi perusahaan yang akan merekrut kamu. Yap, soft skill sangat berperan penting bagi para pencari kerja, dan hal itu bisa didapatkan, salah satunya dari pengalaman kamu berorganisasi di kampus.
Menjadi volunteer
Menjadi volunteer atau relawan adalah sebuah tantangan buat kamu yang tertarik untuk terjun langsung di tengah-tengah masyarakat secara sukarela. Dengan menjadi voluteer, kamu sudah harus siap mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan mungkin juga harga demi kepentingan bersama. Namun, banyak pengalaman berharga yang akan didapatkan saat bisa terjun langsung menjadi relawan, selain itu juga akan ikut merasakan perasaan hangat dan bahagia karena sudah memberikan manfaat dan membahagiakan orang lain yang tak bisa dinilai dari uang.
Ada banyak pilihan volunteer yang bisa kamu ikuti, mulai dari pengumpulan dana sosial untuk korban bencana alam, koordinator donasi buku untuk adik-adik di pedalaman atau sesederhana menjadi guru TPA di mushola dekat kos-kosan atau kampus. Nah, untuk kamu yang tertarik untuk mengincar beasiswa untuk S2 nanti, banyak yang meminta syarat kontribusi terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan lho!
Kerja paruh waktu atau berwirausaha
Mencari pundi-pundi rupiah saat menjadi mahasiswa memang gampang-gampang susah. Untungnya, saat ini banyak pekerjaan part time atau paruh waktu bagi mahasiswa yang bisa kamu lakukan tanpa harus berkomitmen berada di kantor atau stand by setiap saat, barista, wartawan freelance, penulis konten bahkan menjadi guru les misalnya.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini sangat membantu untuk menambah uang jajan atau bahkan tabungan. Selain itu, dengan bekerja paruh waktu, kamu bisa lebih menghargai kerja keras orang tua dengan merasakan pengalaman mereka mencari nafkah: bahwa mencari segenggam halalnya rupiah bukanlah perkara mudah.
Untuk melatih sisi enterpreneurship, kamu juga bisa berwirausaha tanpa tergantung pada orang lain, alias kamu yang menjadi bos diri sendiri. Gunakanlah hobimu. Misalnya kamu hobi membuat rajutan atau camilan, kamu bisa menjualnya langsung kepada teman-teman atau dititipkan ke kantin kampus. Selain penjualan langsung, kamu juga bisa berjualan secara daring atau online.
Travelling
Siapa yang tak suka jalan-jalan? Nah, mumpung masih muda, kamu wajib menyisihkan uang jajan dari tabungan dan penghasilan kecil-kecil untuk pergi travelling bareng teman-teman. Energi positif dan semangat dari mengunjungi tempat baru nan asing dapat menyegarkan pikiran saat kembali ke kampus. Saat ini, tersedia berbagai pilihan akomodasi dan transportasi yang murah dan aman, tinggal disesuaikan dengan budget deh.
Tujuan travelling ini bisa dimulai di kota tempat kamu kuliah, ke luar kota bahkan ke luar negeri. Kamu bisa mencoba pengalaman seru traveling ekonomis dengan backpacking. Yang tidak kalah penting, jangan lupa untuk mempelajari setiap tempat yang sudah kamu kunjungi hingga berinteraksi dengan masyarakat di dalamnya. Jadi, kita tidak membawa pulang foto-foto saja, tapi juga pengalaman berharga saat berada di sana.
Mengikuti kompetisi
Cobalah mengikuti lomba-lomba dan kompetisi yang ada di kampus (maupun luar kampus) yang sesuai dengan bidang dan ketertarikanmu. Lomba karya tulis ilmiah, lomba news anchor, lomba di bidang olahraga, lomba tari, apapun. Apapun hasilnya, menang atau kalah, yang terpenting kamu sudah pernah mencoba dan bersaing di kompetisi tersebut dan berani menantang dirimu. Kamu pun dapat mengevaluasi hal-hal apa saja yang belum dilakukan jika dibandingkan dengan sang pemenang.
Kalau ternyata kamu keluar sebagai pemenang lomba? Tentu saja menjadi bekal yang sangat bagus untuk meningkatkan kualitas CV-mu!
Banyak membaca buku
Rowling “I do believe something very magical can happen when you read a good book” -J.K.
Warren Buffet, salah satu orang terkaya di planet ini membaca buku lebih dari lima jam per harinya. Bill Gates, membaca satu buku setiap minggunya. Mark Cuban, membaca tiga jam setiap harinya. Oprah Winfrey, begitu terobsesi dengan buku-buku. Bung Karno, proklamator negeri kita tercinta ini, sudah membaca karya-karya orang besar di dunia di usia 16 tahun. Salah satunya, Declaraton of Independence karya Thomas Jefferson. Dan di usia itu, ia sudah fasih membaca dan berbahasa belanda.
Apa persamaan tokoh-tokoh di atas? Ada dua hal, yaitu mereka adalah orang-orang besar dan mereka tidak bisa lepas dari kebiasaan membaca buku. Bagi mahasiswa, membaca buku sebaiknya bukan lagi hanya sekedar hobi, tapi kebutuhan.
Studi tahun 2013 di Emory University menunjukkan bahwa orang-orang yang hobi membaca ternyata lebih bahagia dibandingkan orang yang tidak suka membaca. Membaca juga dapat meningkatkan daya konsentrasi dan analisis, serta mencegah terjadinya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan memori seperti alzheimer maupun demensia. Yuk, membaca buku!
Jalani hobimu
Punya hobi memancing, menulis, membuat crochet, fotografi, hingga sepak bola? Jalanilah dengan penuh kebahagiaan. Hobi adalah sebuah kegiatan yang dijalani dengan senang dan tanpa paksaan, lalu kamu akan berbahagia setelahnya. Hobi-hobi yang positif layak dijalani dengan sebaik mungkin, hobi bisa mencerminkan potensi dirimu. Siapa yang bisa mengira jika seandainya hobi saat ini ternyata bisa menjadi sumber nafkah bagimu kelak? Misalkan dari hobi membuat handlettering, karyamu bisa dijual dan dipesan orang.
Namun, tetap bedakan antara hobi dan candu, ya. Hobi bermain gadget atau game sampai lupa waktu, bisa jadi bukan menjadi hobi lagi apabila menunjukkan tanda-tanda seperti tergesernya kewajiban utama seperti kuliah.
Featured image: pexels.com
Source: SHOPBACK
EmoticonEmoticon
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.